Showing posts with label Ponijan Liaw's Articles. Show all posts
Showing posts with label Ponijan Liaw's Articles. Show all posts

Monday, March 23, 2009

Treat Mars & Venus Differently

Artikel Tetap
Senin, 07-April-2008; 08:30:01 WIB
Treat Mars & Venus Differently
( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis
Rating Artikel :
Oleh : Ponijan Liaw

Save page as PDF

Allan dan Barbara Pease secara menarik menggambarkan perbedaan secara fisik dan psikis antara laki-laki dan perempuan dalam buku larisnya Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps. Di buku Men Are from Mars, Women Are from Venus, Dr. John Gray juga membedakan kebutuhan komunikasi kedua jenis jender ini. Sementara Willard F. Harley, Jr. menuliskan perbedaan perlakuan yang diinginkan oleh sepasang makhluk itu dalam buku bestseller-nya His Needs, Her Needs. Chin-Ning Chu melengkapi daftar panjang distingsi itu ketika secara khusus membahas tentang bagaimana strategi dan kebijaksanaan Sun Tzu bisa diaplikasikan oleh perempuan untuk meraih kemenangan dalam karir dan kehidupannya di buku teranyarnya The Art of War for Women. Masih banyak lagi buku yang bercerita tentang adanya perbedaan; kekuatan dan kelemahan dua makhluk berakal maha karya sang pencipta alam semesta ini. Seolah-olah, semua penulis buku jenis ini ingin berkata, "berhentilah memperlakukan laki-laki dan perempuan secara sama. Karena faktanya mereka berbeda."

Perempuan dan laki-laki berbeda dalam banyak hal. Tidak ada satu yang dapat mengklaim dirinya lebih baik dari yang lain. Yang ada hanyalah mereka berbeda. Baiknya kita lihat perbedaan berikut. Pria itu lebih direct sifatnya, sementara perempuan sebaliknya, indirect. Artinya, pria lebih suka pembicaraan yang langsung ke pokok persoalan. Ini disebabkan kaum memiliki ruang otak yang mono-track sifatnya. Maksudnya, mereka hanya bisa memberikan konsentrasi penuh pada satu hal dalam satu waktu. Kompartemen otak yang mono itu lebih menyukai fokus mendalam terhadap satu topik. Situasi sebaliknya akan dapat dilihat pada kelompok perempuan. Mereka adalah makhluk yang menyukai hal-hal yang tidak langsung sifatnya. Contohnya, menurut Allan Pease, jika mereka pergi ke toilet, dapat dipastikan toilet mengalami pergeseran fungsi utama. Selain sebagai tempat membuang hajat, ia juga difungsikan sebagai tempat merias, ngerumpi dan menata diri. Perbedaan lain kaum hawa dibandingkan pria adalah kompartemen otaknya yang lebih banyak: multi-track. Mereka bisa mendengar dan berbicara pada saat bersamaan. Jangan bingung ketika Anda mendengar mereka berganti topik seperti potongan gambar dari beragam sinetron yang tidak saling terhubung dalam hitungan detik! Tidak ada kesimpulan. Tidak perlu pula ada yang memonopoli pembicaraan dengan topik monoton yang membosankan. Semua variasi topik pembicaraan akan dapat disimpan dalam ruang otak yang banyak itu.

Strategi Berbeda

Memahami bahwa laki-laki dan perempuan adalah dua makhluk yang berbeda dalam minat dan daya tampung informasi, sebaiknya strategi yang digunakan juga berbeda. Jika hanya ada satu cara yang digunakan untuk menjaring hati kedua makhluk ini, bersiap-siaplah untuk menuai kecewa. Abraham Maslow, seorang psikolog Amerika termasyur pernah menggambarkan hal ini dengan jelas dan tepat ketika ia mengatakan, "If the only tool you have is a hammer, you tend to see every problem as a nail." Jika alat yang Anda miliki hanya sebuah martil, Anda akan cenderung melihat setiap persoalan seperti paku. Padahal tidak semua persoalan adalah paku. Ada besi, kayu, logam, emas, perak dan perunggu. Martil yang dimiliki tidak akan pernah bisa digunakan secara generik untuk kepentingan (baca: persoalan) yang berbeda. Karena Adam dan Hawa memang berbeda!

Secara pragmatik, untuk kaum pria sebaiknya pendekatan yang digunakan adalah pendekatan profesional semi formal. Maksudnya, kembangkan pembicaraan yang lebih terarah dan terstruktur dengan kaum berdasi ini. Topiknya harus tunggal dan sistematika penjelasannya harus berjalan secara linear dan runtun. Jika mereka puas secara kuntitatif dan kualitatif dengan penjelasan Anda, repeat order terhadap produk Anda akan berjalan secara mekanis dan otomatis.

Untuk kaum hawa begini caranya; karena mereka relatif lebih suka membina kehangatan dan persahabatan sebelum masuk ke ranah bisnis, ikuti saja alur itu. Dan yang pasti variasi produk bisa didisplay di depan mereka untuk mendapatkan renspons. Namun, jangan terkecoh jika mereka kelihatannya tertarik dengan produk Anda. Bisa saja ia tidak bermaksud membelanjakan rupiahnya untuk barang itu. Ia hanya ingin menghargai usaha Anda. Ingatlah bahwa mereka adalah makhluk indirect!

Satu lagi informasi tambahan mengenai makhluk beda jender ini. Ada sebuah penelitian baru di Amerika Serikat yang dimuat di Journal of Personality and Social dan dilansir The Daily Telegraph yang menyebutkan bahwa terdapat kecenderungan perempuan lebih mudah memaafkan daripada pria. Kaum hawa ini kerap kali mengabaikan kesalahan seseorang. Alhasil, kaum ini lebih sedikit yang mudah menaruh dendam dibandingkan pria. Kaum Adam ternyata perlu usaha keras untuk memberi maaf kepada seseorang. Psikolog dari Cleveland's Case Western Reserve University, Julie Exline yang telah meneliti persoalan ‘maaf-memaafkan' ini sejak tahun 1998 hingga 2005, dengan lebih dari 1.400 pelajar menyebutkan, lelaki bisa lebih pemaaf jika dia ikut membangun empati dengan orang yang bersalah. Artinya, lelaki harus terlebih dahulu memiliki pandangan bahwa kesalahan serupa juga bisa mereka lakukan. Artinya, lebih berhati-hatilah jika berkomunikasi dengan para pria. Jangan sampai melukai hati mereka. Sekali terluka, mereka akan pindah ke lain hati! Waspadalah!

Makhluk Tuhan Paling Laris

Artikel Tetap
Senin, 21-April-2008; 16:38:42 WIB
Makhluk Tuhan Paling Laris
( 1 Komentar ) - Klik Profil Penulis
Rating Artikel :
Oleh : Ponijan Liaw

Save page as PDF

Diciptakan alam pria dan wanita/dua makhluk dalam asuhan dewata/ditakdirkan bahwa pria berkuasa/adapun wanita lemah lembut manja/wanita dijajah pria sejak dulu/dijadikan perhiasan sangkar madu/namun ada kala pria tak berdaya/tekuk lutut di kerling wanita

Ismail Marzuki (1914-1958) tentu telah melewati proses penetrasi instrinsik-empirik melalui kontemplasi panjang nan mendalam ketika menciptakan lagu ‘Sabda Alam' tersebut di atas. Syair lagu pendek tersebut mengkonstruksikan betapa perempuan menyimpan akumulasi pesona abadi penarik hati. Spektrum pesona itu terurai melalui karakter dasar indah (lemah, lembut dan manja), estetika (perhiasan sangkar madu), dan daya tarik (pria tak berdaya, tekuk lutut di kerling wanita). Era boleh berganti. Teknologi pun semakin mumpuni. Namun, syair lagu gubahan sang maestro tentang wanita itu masih memiliki relevansi sampai masa kini. Singkat kata, makhluk hawa satu ini sungguh menjadi sumber aspirasi dan inspirasi yang tidak pernah kurang dan kering dalam sejarah peradaban hidup manusia. Entah itu untuk dibuat lagu, patung, cerita, atau sederet karya seni lainnya.

Guna menguatkan fakta di atas, tengok saja bukti berikut yang menggambarkan bagaimana kristalisasi komunikasi hati nurani bekerja demi apresiasi terhadap kaum hawa ini. Konversasi batiniah abstrak itu pun tertuang dalam simbol-simbol karya konkret di pentas panggung sandiwara ini. Ada Leonardo da Vinci yang menghasilkan lukisan mewah nan fenomenal seorang wanita molek, Monalisa. Ada sederet ungkapan dan peringatan kompensatoris untuk kaum Venus ini (meminjam istilah Dr. John Gray - Man Are from Mars & Women Are from Venus). Di antaranya: surga terletak di bawah kaki ibu, kisah Malin Kundang (durhaka terhadap ibu), ibu pertiwi, ibu kota, ibu jari, Hari Ibu dan Hari Kartini. Apresiasi itu semakin nyata ketika jumlah partisipasi aktif perempuan mengalami peningkatan kuantitatif dan kualitatif. Eskalasi jumlah kuota perempuan pun meningkat signifikan dalam kepengurusan partai, anggota dewan, menteri, dan jabatan strategis lainnya. Bahkan untuk pertama kalinya kaum wanita bisa ikut menjadi operator angkutan bus yang nyaman dan bebas dari kemacetan di Jakarta. Walau pun di kota Bogota, Kolombia, kota asal mula program busway ini, pengemudi wanita sudah merupakan pemandangan yang lumrah. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang masih berstatus mahasiswi. Tidak ada parameternya memang apakah pemandangan di Jakarta ini sebuah kemajuan atau sebaliknya. Yang terang adalah telah terjadi diversifikasi posisi antar gender di negeri ini. Deretan varian posisi ini semakin lengkap ketika Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie (09/04/08) mengusulkan setidaknya harus ada satu perempuan dari sembilan anggota hakim konstitusi yang ada para periode mendatang. Soalnya, di beberapa negara yang ada MK-nya juga terdapat hakim konstitusi perempuan, termasuk di Turki. Sesungguhnya, kesemua aksi simpatik dan empatik itu bertujuan menumpahkan seluruh isi ruang afeksi yang penuh cinta sang pemiliknya guna membayar karya dan jasa kaum yang melahirkan ini.

Mahkluk Laris

Makhluk Tuhan bergender feminin ini bukan hanya diapresiasi melalui notasi lagu, kanvas, ungkapan dan perayaan, ia pun menjadi rebutan makhluk maskulin di alam nyata mau pun dunia maya dan elektronik (internet dan televisi). Maka tidak heran, jika dalam dunia periklanan, dua model yang sering dikontrak adalah bayi dan perempuan. Kedua makhluk ini memang memiliki daya tarik yang maha dahsyat. Yang satu lucu. Yang lainnya indah dan lembut untuk ditatap dan dirasa. Penelitian tentang hal ini pun membuktikannya. Menurut mantan wartawati Majalah Tempo, Nanik Ismiani, karena keindahannya, untuk iklan produk yang terbuka buat kedua gender itu, antara laki-laki dan perempuan, biasanya perempuanlah yang terseleksi. Alasannya, antara lain karena kecantikannya. Ia sering menjadi sumber inspirasi, termasuk bisa memperkuat positioning sebuah produk. Ambil contoh, para artis sabun kecantikan Lux. Sampai hari ini mungkin Widyawati dan Tamara Blezinsky masih tertancap relatif kuat sebagai model sabun kecantikan bintang film itu. Mereka berada di top of mind pemirsa dan penikmat iklan. Di sisi lain, Okky Asokawati, mantan peragawati kondang mengakui, perempuan dan iklan memang tidak bisa dipisahkan. Ia juga menambahkan bahwa perempuan memiliki kekuatan dalam menarik dan menjual produk yang diiklankan. Inilah mengapa kaum lemah lembut ini dikejar dan dibayar untuk sebuah advertensi.

Selain menjadi model iklan yang laris manis, keterlibatan kaum perempuan di dunia usaha, khususnya usaha kecil-menengah, ternyata cukup signifikan. Data dari Badan Pusat Statistik (1998) menyebutkan bahwa 12 persen UKM secara resmi terdaftar sebagai milik perempuan. Namun, jika ditambahkan perempuan pada kategori sektor informal (tradisional), jumlah UKM yang melibatkan perempuan pengusaha ini dapat mencapai di atas 30 persen. Data Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia sendiri menunjukkan bahwa ada sekitar 16 ribu wanita pengusaha yang menjadi anggota organisasi tersebut. Berangkat dari pengalaman di UKM, peluang baru yang mulai dilirik kaum perempuan pengusaha adalah industri kreatif. Soalnya, trend ekonomi ke depan mengarah pada ekonomi kreatif (creative economy) dan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Dalam percaturan industri baru saat ini, modal manusia (human capital) akan lebih menjadi keunggulan komparatif dan kompetitif dibanding beragam faktor produksi lainnya. Selain itu, jenis industri baru ini juga memberikan fleksibilitas kerja yang lebih besar dibanding cara kerja tradisional dan konvensional. Bukan hanya soal tempat dan waktu yang terasa semakin fleksibel namun juga teknologi yang digunakan semakin menipiskan jarak ruang yang ada. Pekerjaan bisa dilakukan di mana saja tanpa harus ngantor. Artinya, job desk dan job list bisa juga dituntaskan di rumah. Model kerja seperti ini kelihatannya lebih pas untuk kaum hawa yang memang menginginkan basis kerjanya tetap di rumah. Peran ganda pun bisa dilakoni pada waktu bersamaan di rumah: ibu rumah tangga dan pengusaha. Inilah kemajuan kaum hawa yang pantas diberi acungan jempol.

Akhirnya, semoga semua kaum perempuan menjadi putri sejati yang harum namanya seperti cita-cita Ibu Kartini. Selamat berkarya sababat genderku, mahkluh Tuhan paling laris. Selamat Hari Kartini!

Friday, March 20, 2009

Bicaralah Sesuai Golongan Darahnya

Artikel Tetap
Selasa, 06-Mei-2008; 13:29:08 WIB
Bicaralah Sesuai Golongan Darahnya
( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis
Rating Artikel :
Oleh : Ponijan Liaw

Save page as PDF

Golongan darah ternyata menentukan cara orang berpikir, berucap dan bertindak. Dan, ini berlaku untuk seluruh ras manusia. Entah itu orang Asia, Afrika, Amerika atau Australia. Kalau di Amerika dan Eropa, parameter empat kepribadian (sanguinis, melankolis, koleris dan plegmatis, hasil temuan Hippocrates) dan di Tiongkok,12 shio menjadi landasan penilaian karakter seseorang, orang Jepang lain lagi. Mereka meyakini perbedaan itu karena golongan darah. Praktek pemilihan golongan darah ini dilakukan oleh mereka pada saat akan merekrut tenaga kerja untuk kebutuhan profesional. Untuk posisi tertentu, jenis golongan darah yang dibutuhkan akan bervariasi. Karena menurut keyakinan orang Jepang, tidak semua golongan darah dapat bekerja sama baiknya di semua posisi. Ada golongan darah tertentu yang tidak cocok menduduki posisi manajer pemasaran misalnya namun sesuai menjadi manajer keuangan. Walau pun kini gagasan seperti ini perlahan-lahan mulai memudar di Jepang, namun pada waktu hampir bersamaan, di belahan barat justru mulai memerhatikan potensi penentu kepribadian berdasarkan penggolongan darah ini. Belum jelas memang apakah golongan darah ada hubungannya dengan kepribadian, tetapi orang-orang di benua Amerika justru tengah menelitinya secara lebih mendalam. Namun yang pasti, buat penemunya, Furukawa Takeji, seperti yang ditulisnya pada tahun 1927 di tesisnya "The Study of Temperament through Blood Type" yang diluncurkan di Ochanomizu Women's University, golongan darah akan memengaruhi kepribadian dan karakter seseorang secara langsung. Takeji tidak sendirian soal ini. Menurut hasil penelitian Dr Peter J. d'Adamo dalam buku "Eat Right for Your Type", ternyata ada jenis makanan tertentu yang baik dikonsumsi oleh orang dengan golongan darah tertentu, begitu juga sebaliknya. Orang yang bergolongan darah "O" misalnya, ternyata sebaiknya tidak mengkonsumsi kopi atau teh karena dapat menghambat aliran energi yang dimiliki. Untuk melengkapi referensi ini, Penulis sendiri, dalam buku karyanya "Understanding You Communication Styles", juga membahas hal senada dengan tambahan cara berkomunikasi sesuai golongan darah yang ada.

Karakter Menurut Golongan Darah

Guna memudahkan pemahaman bahwa setiap golongan darah itu memang berbeda, baiknya kita lihat distingsi karakter itu plus profesi yang sesuai dengannya berikut ini. Orang dengan golongan darah A memiliki kekuatan karakter yang mengakar kuat. Mereka bisa tetap tenang dalam krisis ketika semua orang panik menghadapi situasi serupa. Mereka cenderung menghindari konfrontasi, dan tidak terlalu nyaman berada di antara orang banyak. Terkadang cenderung menjadi pemalu dan suka mengasingkan diri. Golongan ini suka mencari keharmonisan, sangat sopan dan bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, mereka lebih suka mengerjakannya sendiri. Orang-orang dengan golongan darah ini selalu mengukir sukses dan sangat perfeksionis. Mereka juga sangat kreatif, dan paling artistik di antara semua golongan darah yang ada karena kesensitifan mereka. Mereka biasa direkrut untuk posisi direktur, manajer, kepala departemen, dan semua posisi yang bersentuhan dengan kepemimpinan. Sementara itu, orang dengan golongan darah B adalah spesialis di bidang yang digelutinya. Ketika mereka memulai sebuah proyek, mereka akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk memahami dan mengikuti petunjuk yang diperlukan untuk itu. Mereka cenderung berpedoman pada tujuan dan mengejarnya sampai tuntas walau pun kelihatannya pekerjaan itu tidak mungkin dilakukan. Mereka cenderung kurang kooperatif dan lebih suka mengikuti peraturan dan gagasan mereka sendiri. Orang dengan golongan darah ini memberikan perhatian lebih kepada pikiran daripada perasaan mereka. Karenanya, terkadang kelihatan sangat dingin dan serius. Pekerjaan paling baik buat mereka adalah manajer keuangan, akunting, programmer, arsitektur, konsultan dan segala pekerjaan yang banyak bermain di tataran konseptual bukan operasional.

Lain lagi dengan orang-orang bergolongan darah O. Mereka adalah tipe orang yang tidak banyak ambil pusing, penuh semangat dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mereka termasuk golongan orang yang paling fleksibel di antara semua golongan darah yang ada. Cepat memulai sebuah proyek namun mengalami masalah ketika melanjutkannya dan tidak jarang banyak juga yang dengan mudah menyerah di tengah jalan. Mereka selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka secara langsung. Jujur. Menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Selain itu, orang-orang bergolongan darah O ini memiliki rasa percaya diri yang sungguh kuat. Selalu semangat dan dapat berkomunikasi berjam-jam dengan orang yang cocok. Cocok karena bisa mengikuti ritme bicara mereka yang sangat positif, konstruktif, optimistis dan motivatif. Di Jepang, golongan darah ini merupakan golongan darah kebanyakan orang disana dan paling disukai (jika diurutkan: O, A, B dan AB). Profesi yang sesuai adalah manajer pemasaran, penjualan, public relation, negosiator dan semua pekerjaan yang berkaitan dengan komunikasi publik. Mereka jagonya!

Yang terakhir, golongan darah AB. Orang dengan golongan darah ini memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu bersamaan (A dan B). Artinya, di satu sisi mereka pemalu, di sisi lain, sangat terbuka. Mereka dengan mudah mengubah satu sisi ke sisi yang lain. Yang positif dari mereka adalah dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Golongan ini tidak akan keberatan membantu sepanjang sesuai dengan syarat mereka. Orang-orang dengan tipe darah ini sangat suka seni dan metafisika. Karenanya, tidak heran jika mereka itu tenang, damai dan terkesan filosofis. Mereka akan berhasil maksimal jika berada di posisi manajer Human Resource Department (HRD), penasihat corporate, manajer Corporate Social Responsibility (CSR) dan segala kedudukan yang berkaitan dengan komunikasi dan resolusi korporasi dengan shareholders mau pun stakeholders. Bahasa awamnya, ia bisa menjembatani pihak-pihak terkait, terutama dalam kondisi pelik dan konflik.

Menyadari bahwa setiap karakter berbeda karena golongan darah, pilah dan pilihlah partner kerja yang sesuai dengan kebutuhan. Karena setiap orang unik adanya. Kinerja dan prestasi kerja berbeda sesuai golongan darahnya. Ada baiknya, selalu bertanya, jika tidak mampu mendeteksi, "Apa golongan darah Anda?" dan sesuaikan gaya bicara Anda dengannya.

Oleh: Ponijan Liaw

Pelatih & Penulis Buku-buku Komunikasi

Email: ponijan@central.net.id

Menarik Simpati Dengan Komunikasi Simbol

Artikel Tetap
Senin, 19-Mei-2008; 10:07:08 WIB
Menarik Simpati Dengan Komunikasi Simbol
( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis
Rating Artikel :
Oleh : Ponijan Liaw

Save page as PDF

A picture is worth a thousand words. Sebuah gambar setara dengan ribuan kata.

Kristalisasi pribahasa di atas terjadi berabad-abad lalu oleh tokoh di daratan Tiongkok. Ada pula yang bilang pribahasa itu dicetuskan Napoleon Bonaparte di Prancis dengan ucapannya "Un bon croquis vaut mieux qu'un long discours" atau "A good sketch is better than a long speech." Lebih kurang maknanya sama. Kedua tokoh itu memiliki kesamaan. Sama-sama hidup di jaman dulu dengan muara opini setara. Siapa pun yang mengucapkannya pertama kali tidaklah terlalu penting. Yang jelas adalah pribahasa itu mengalami penguatan dan pengukuhan makna di era informasi ini.

Sejarah Simbol

Gambar, simbol, logo, emblem, trademark dan sejenisnya mengalami metamorfosa yang sangat panjang. Corporate dan society identity ini telah dimulai sejak jaman Yunani pada abad XIII. Identitas ini muncul dipicu oleh eksistensi para traders dan merchants. Hal ini terjadi karena ada fakta pembeli tidak dapat melakukan repeat order atas produk berkualitas yang dibeli dari trader tertentu karena kesamaan produk generik. Karenanya, muncullah ide memberikan simbol/logo agar produk dimaksud bisa lebih bergulir mengikuti deret ukur. Ratusan tahun kemudian, tindakan memperkenalkan identitas ini menjadi semakin kuat dilakukan oleh korporasi lintas sektoral. Tindakan ini bahkan menjadi concern utama corporate untuk semakin berjaya. Varian pembentukannya pun bertambah dengan sentuhan feng shui.

Sebagai bukti, lihat saja, betapa Garuda Indonesia, Bank BII, Bank Danamon, Bank Permata, Pertamina, Asuransi Jiwasraya, Danareksa, Bursa Efek Indonesia (BEI), Polytron, Garudafood, Kimia Farma dan media elektronik seperti SCTV, LaTivi, Anteve, TPI, TVRI, dan TV-7 rela mengeluarkan kocek ratusan juta bahkan milyaran rupiah hanya untuk mengubah nama dan logo mereka. Tentu bukan tanpa alasan, korporasi raksasa itu mengeluarkan budget yang tidak sedikit itu. Ada yang karena tuntutan dari dalam korporasi. Karena akuisisi, merger, atau karena sudah terlalu lama menggunakan logo dimaksud sehingga harus diganti. Bisa juga karena visi dan misi perusahaan yang berubah. Bisa juga karena pergantian manajemen. Itulah sederet alasan mengapa logo perusahaan berubah atau harus diubah.

Citra Korporasi

Logo adalah citra diri korporasi. Komunikasi pertama yang sampai ke benak masyarakat adalah desain grafis perusahaan yang bernama logo itu. Logo kontemporer dengan sentuhan psiko-geografis tentu akan mendekatkan korporasi bersangkutan dengan masyarakatnya. Dalam ilmu komunikasi, bentuk, warna, garis grafis, simbol dan ukuran yang terdapat dalam sebuah logo memberikan pengaruh psikologis yang sangat tinggi. Logo dengan tingkat inklusivitas yang tinggi terhadap pakem di atas relatif memiliki daya tarik masif dengan spektrum yang lebih luas. Karena roh kontemporer dalam logo yang berisi unsur kreatif, enerjik, dinamis, progresif, modern dan inovatif itu mampu mendorong orang lain untuk mendekatkan diri kepada korporasi (produk) bersangkutan.

Simbol Politik & Agama

Di dunia politik, komunikasi simbol dalam bentuk lain juga menunjukkan eskalasi kepentingannya. Lihat saja, bagaimana Barack Obama sangat marah ketika fotonya yang memakai sorban saat di Kenya, tanah air ayahnya di tahun 2006 disebarkan di berbagai media. Ketegangan dengan kubu Hillary Clinton tidak terhindarkan. Tengok pula bagaimana fluktuasi emosi massa mengemuka ketika simbol-simbol agama dipakai secara tidak tepat di Denmark (kasus kartun Nabi Muhammad) dan cover Tempo 'The Last Supper' itu muncul. Deretan kasus lainnya: cover album Iwan Fals 'Manusia 1/2 Dewa' harus berurusan dengan umat Hindu, termasuk juga cover buku Supernova, Dewi Lestari yang memuat simbol/huruf AUM yang merupakan simbol suci umat Bali itu. Termasuk juga suatu kali desain poster film Amerika "Hollywood Buddha" dengan seorang pria duduk di atas pundak patung Buddha dengan alat vitalnya menyentuh tengkuk Buddha. Reaksi keras dari dunia pun bertubi-tubi menghampiri. Sejarah telah mengajarkan kepada kita, berhati-hatilah dengan simbol yang digunakan. Simbol tidak tepat menimbulkan kontroversi yang hanya menguras energi kognisi dan afeksi sehingga menumpulkan simpul-simpul humanitas alami. Kondisi ini, jika tidak segera diatasi akan menjadi bom waktu dalam jangka panjang.

Konklusinya, logo dan simbol menjadi menu utama yang harus diberi atensi dan konsentrasi tinggi ketika mengkreasikan dan menggunakannya. Logo dan simbol yang tepat akan menciptakan komunikasi positif, konstruktif, empatik dan simpatik dengan shareholder dan stakeholder yang ada di lingkungan masyarakatnya. Sebaliknya, korporasi dan organisasi yang tidak memerhatikan unsur psiko-geografis dan kultur masyarakat akan mengalami proses layu sebelum berkembang. Karenanya, waspadalah dengan hasil karya desain grafis ini. Selamat merenungkan filosofi logo/simbol masing-masing. Semoga sesuai dengan nilai-nilai intrinsik di atas!

Thursday, March 19, 2009

Jangan Pernah Berkata Aku Tidak Bisa

Artikel Tetap
Kamis, 12-Juni-2008; 08:37:58 WIB
Jangan Pernah Berkata Aku Tidak Bisa
( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis
Rating Artikel :
Oleh : Ponijan Liaw

Save page as PDF

Jangan Pernah Berkata "I Can't"




Pernahkah Anda pergi ke Glodok, Roxy atau Tanah Abang untuk mencari dan membeli sebuah barang disana dan ternyata toko itu tidak memiliki stok item seperti yang Anda minta? Lalu, apa yang dilakukan oleh para pedagang tradisional tersebut? Apakah mereka menjawab bahwa barang itu tidak ada? Atau, menanyakan tipe yang Anda cari dan kemudian mencarikannya buat Anda? Survei membuktikan, jawaban kedualah yang sering muncul dengan tingkat signifikansi lumayan tinggi. Mereka tidak pernah akan mengatakan, ‘sorry I don't have so I can't provide you the item.' Yang pasti mereka lakukan adalah filosofi Nike, Just Do It!

Pengalaman di pasar tradisional itu pun menjalar ke korporasi raksasa ala Amazon.com dan eBay.com yang menawarkan dan mencarikan barang-barang permintaan pasar yang transaksinya dilakukan secara lelang. Tidak ada kata tidak bisa dalam kamus dua korporasi global itu. Bayangkan saja, kedua toko virtual itu sama sekali belum memiliki barang yang diminta pelanggannya di seluruh belahan dunia secara fisik. Semuanya hanya bersifat maya. Belum nyata adanya. Namun, karena prinsip bisnis yang demikian kuat, tidak ada momen sedikit pun untuk kehilangan kesempatan meraih laba dengan optimisme maksimal.

Bayangkan, jika konsumen itu datang kepada Anda dan ingin membeli sesuatu yang kebetulan tidak Anda miliki. Jika Anda mengatakan, ‘sorry I can't help you on this', kemungkinan yang akan terjadi adalah sang pelanggan akan ke toko sebelah untuk mencari barang yang diperlukan tersebut dan pada saat itulah transaksi kata-kata berupa rayuan akan terjadi antara pelanggan Anda dan toko baru di sebelah Anda itu. Tidak tertutup kemungkinan, ia akan berpindah ke lain hati karena merasa lebih enak dan ramah dilayani oleh pedagang tetangga itu. Kenapa itu terjadi? Karena ia belum melihat perjuangan Anda untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Padahal ia memang tahu, Anda tidak punya barang yang diminta, namun jika akan mau berbuat ekstra dengan mengayunkan sedikit derap langkah, loyalitas itu rasanya akan tersekap di toko Anda semata.

Mungkin ada yang bertanya, apakah mungkin untuk sebuah korporasi besar melakukan tindakan ‘serba ada' itu? Serba ada disini tidak harus diterjemahkan secara harfiah sebagai serba benda. Ada hal-hal abstrak lainnya yang memerlukan perlakuan serba ada itu. Artinya, jika informasi dan jawaban yang diberikan dapat memenuhi kepuasan pelanggan, mereka tidak didera dengan kalimat ‘tidak bisa' dan ‘tidak bisa', kesetiaan terhadap Anda justru disana akan bermula. Karena sesungguhnya, kata ‘tidak bisa' itu akan menusuk hati sanubari para pendengarnya secara tajam dan langsung ke ulu hati yang bisa ditafsirkan sebagai tidak ada harapan. Jika para pelanggan sudah berada dalam kondisi terbawah tersebut dalam semangatnya, bagaimana mereka bisa diharapkan akan setia kepada Anda? Oleh karena itu, jangan pernah katakana ‘I can't' jika ‘I can' masih memungkinkan.


Catatan:

Ikuti Workshop Komunikasi 1 Hari (lengkapnya lihat di AW Info Seminar)

Kesan Pertama Begitu Menentukan

Artikel Tetap
Selasa, 15-Juli-2008; 13:33:01 WIB
Kesan Pertama Begitu Menentukan
( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis
Rating Artikel :
Oleh : Ponijan Liaw

Save page as PDF

Pernahkah Anda merasa tidak nyaman atau tidak simpati kepada orang yang baru saja Anda temui untuk kali pertama? Anda merasa ada jarak yang begitu jauh yang terkesan sulit didekatkan? Seluruh ruang pertemuan seolah-olah terisi dengan energi negatif dan destruktif yang berpotensi meruntuhkan sendi-sendi perkenalan pertama itu. Jika itu terjadi, artinya, sebuah kesan pertama telah disia-siakan secara fatal. Kesempatan berikutnya yang prospektif telah dieliminasi oleh tatapan dan evaluasi yang hanya tiga detik pertama saat bertemu itu. Inilah sesungguhnya momen kritis yang harus diwaspadai oleh setiap orang.

Ilustrasi empiris di atas sesungguhnya mengingatkan kepada kita betapa kesan pertama itu sangatlah penting untuk merajut jaringan berikutnya. Jika seorang konsumen, pelanggan atau prospek merasa bahwa hawa dan kondisi yang kita bawa tidaklah sehangat dan sealami yang seharusnya, hilanglah kesempatan untuk membuat kesan pertama di kesempatan kedua. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menciptakan kesan pertama yang berkesan di benak para pelanggan dan siapa saja yang berhadapan dengan kita. Hal-hal itu adalah tepat waktu, salaman yang kokoh, bahasa tubuh yang sopan, busana yang tepat, jadilah diri sendiri, bicaralah dengan jujur dan terstruktur, tetap positif, tetap tersenyum. Kesemua faktor itu harus dilakukan secara terus-menerus sehingga dapat terintegrasi secara permanen dan menjadi standard operational procedures bagi setiap tindakan ketika bertemu dengan para calon pelanggan/orang lain, terutama pada kali pertama agar kesan yang positif dan konstruktif itu akan menancap lama di benak orang yang ditemui. Semoga begitu adanya!



Catatan:

Untuk penjelasan lengkap mengenai hal-hal di atas, silahkan baca buku penulis yang berjudul "Talk to Your Customer This Way."

Kekuatan Kata-kata Positif

Artikel Tetap
Rabu, 06-Agustus-2008; 08:42:27 WIB
Kekuatan Kata-kata Positif
( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis
Rating Artikel :
Oleh : Ponijan Liaw

Save page as PDF

Words are powerful. Kata-kata sungguh berdaya. Kata-kata positif akan membuat pendengarnya optimis, percaya diri, semangat, inovatif, kreatif, energik, bahagia dan sejenisnya. Ada kebangkitan semangat hidup disana. Dunia terasa indah dan menjanjikan. Perubahan lebih baik tengah menanti untuk segera diukir oleh kekuatan mental positif yang beranggotakan kata-kata motivasional positif dan konstruktif. Sebaliknya, kata-kata negatif dapat membuat kondisi sebaliknya. Pendengarnya akan menjadi pesimis, minder, tidak percaya diri, frustrasi, patah hati, antipati, sedih, kecewa, merana, tercampakkan, teraniaya, terluka, terkebiri sampai akhirnya bunuh diri. Hidup terasa hampa. Biarlah mengalir seperti apa adanya. Tidak ada daya disana. Tidak pula ada upaya. Semuanya pasrah, pasrah dan pasrah. Biar nasib yang bekerja sendiri. Inilah konsekuensi logis dan nyata dari pengaruh kata-kata.

Menyadari betapa kata-kata yang hanya terdiri dari susunan alfabet sederhana itu memiliki daya pengaruh yang luar biasa dan bisa berdampak negatif jika tidak dirangkai secara bijaksana, badan meteorologi dunia pun membuat nama-nama badai yang sesungguhnya sangat menghancurkan dan mematikan itu dengan terminologi indah dan menghibur. Ada sederet koleksi nama-nama indah itu sejak tahun 2005: Arlene, Bret, Cindy, Dennis, Emily, Franklin, Gert, Harvey, Irene, Jose, Katrina Lee, Maria, Nate, Ophelia, Philippe, Rita, Stan, Tammy, Vince, Wilma. Sistem penamaan badai dirotasi setiap enam tahun sehingga daftar ini akan digunakan lagi pada 2011, dengan perkecualian badai paling mematikan akan dikeluarkan dari daftar. Katrina tampaknya menjadi calon utama yang akan tersingkir enam tahun lagi, seperti Floyd dan Lenny yang ada di daftar 1999 namun tahun ini "pensiun" digantikan Franklin dan Lee. Nama-nama yang indah, bukan? Kesan seram dan menakutkan menjadi sirna karena kekuatan keindahan terminologi itu.

Mengacu dan berpedoman pada kekuatan pemilihan dan penggunaan kata-kata itu, sebaiknya ada saringan yang dilakukan terlebih dahulu ketika berhadapan dengan para pelanggan. Kata-kata kurang baik sebaiknya ditelan saja demi menjaga hubungan relasi agar tetap baik. Seorang tokoh besar Inggris, Sir Winston Churchill, punya pribahasa yang tepat soal ini, ‘by swallowing evil words unsaid, no one has ever harmed his stomach.' Denyut perut yang menggelisahkan tidak akan terjadi jika kata-kata kurang baik tidak jadi diucapkan kepada orang lain. Suasana perbincangan akan tetap kondusif dan simpatik. Karena sesungguhnya, sebagaimana dikuatkan oleh sebuah pepatah Tionghoa - kata-kata yang manis (positif) akan bisa menghangatkan jasmani selama tiga musim dingin, sementara kata-kata kasar (negatif) bahkan bisa menjadi puncak ultimat di musim panas. Demikian bunyi lengkap pribahasanya: ‘kind words can warm for three winters, while harsh words can chill even in the heat of summer.'

Catatan:

Untuk penjelasan lengkap mengenai hal-hal di atas, silahkan baca buku penulis yang berjudul "Talk to Your Customer This Way."

Antusiasme Berbicara Itu Menular

Artikel Tetap
Rabu, 27-Agustus-2008; 09:17:06 WIB
Antusiasme Berbicara Itu Menular
( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis
Rating Artikel :
Oleh : Ponijan Liaw

Save page as PDF

Setiap kali sang legenda motivasi di republik ini, Andrie Wongso bicara serasa ada arus yang mengalir dengan keras dan deras menyengat ke seluruh lini ruangan dan sanubari peserta seminarnya. Iseng-iseng penulis pernah bertanya kepada beberapa peserta di berbagai kota yang sempat penulis hadiri, apa yang menyebabkan sebagian besar peserta, jika tidak boleh dikatakan semua, tersengat bagai kesurupan mengikuti apa saja yang diteriakkan dan diajak oleh penyandang gelar SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat) itu. Rata-rata jawaban yang diberikan bersifat generik adanya: spirit dan power suara sang motivator yang juga guru kungfu itulah yang menular kepada mereka. Setiap kata terasa bernas dan tajam menembus ke bilik hati yang paling dalam. Restorasi semangat pun terjadi. Yang tadinya lemah, lesu, lambat, lamban, loyo, letoy dan lemot serasa mendapatkan sengatan luar biasa yang membangunkan mental dari tidur siangnya. Dan, secara umum, banyak yang akhirnya bangkit dan dengan penuh semangat meruntuhkan mental block yang selama ini memasung kreativitas berkarya mereka.

Ternyata bukan hanya masyarakat kebanyakan saja yang merasakan sengatan dari sang motivator yang juga mantan bintang film Hongkong itu. Deretan tokoh nasional dan artis pun mengakui adanya api yang terus membara setiap kali bertemu dengan tokoh yang dikenal juga dengan inisial AW itu. Mulai dari pebulutangkis seperti Hendrawan, Chandra Wijaya, Simon Santoso, pengusaha seperti Subronto Laras, pemenang setengah milyar di kuis Who Wants to Be a Millionaire, Agus Misyadi, Tim Karate Sea Games Philiphina 2005 yang menargetkan dua medali emas, malah mendapatkan lima, sampai dengan artis sekelas Ebiet G. Ade. Kesemuanya merasakan betapa kata-kata yang disampaikan dengan full power dan itikad baik dari hati bersih yang paling dalam, mampu menggerakkan sendi-sendi otot yang mulai melemah menjadi kuat tak terbendung. Oleh karena itu, prestasi yang telah diukir dengan membangkitkan semangat sedemikian banyak orang, masyarakat pun mengapresiasi sang legenda motivasi dengan sebutan Motivator No. 1 Indonesia. Sebuah noble title yang layak untuk pembicara penuh semangat dan dedikasi seperti itu.

Tidak berlebihan jika, semangat dalam bicara seperti yang dicontohkan oleh Andrie Wongso menjadi cermin setiap pelaku usaha ketika memaparkan jasa dan produknya. Enthusiasm is contagious - and so is the lack of it. Karena semangat itu menular, bisa dipastikan pelanggan yang mendengar pun akan merasakan semangat yang relatif sama sepanjang semangat itu bisa dikelola secara konsisten dan konsekuen. Sengatan antusias yang ditampilkan akan menambah kredit positif terhadap si penuturnya juga. Pelanggan akan merasa berbisnis dengan orang yang tepat dan memiliki masa depan. Demikian pula sebaliknya, bicara tanpa semangat akan membuat calon pelanggan dihampiri rasa ragu dan tanpa komando lebih lanjut akan melangkah mundur perlahan-lahan. Dapat dipastikan ia tidak akan kembali. Oleh karena itu, camkan dengan serius bahwa pengaturan bicara dengan muatan semangat yang terkendali dan terukur akan meningkatkan produktivitas dan profesionalitas diri. Tanpa itu, bicara jadi tidak berarti. Karena sekali lahir, kemudian mati.



Catatan:

Untuk penjelasan lengkap mengenai hal-hal di atas, silahkan baca buku penulis yang berjudul "Talk to Your Customer This Way."